Seks Dengan Ibu 2 Anak

video seks

Seks Dengan Ibu 2 Anak – Cerita ini dimulai saat aku menginap di rumah seorang tetangga sebelah rumahku, dia seorang ibu dengan 2 orang anak suaminya seorang wiraswasta yang kadang jarang pulang ke rumah, sebut saja namanya mbak ririn, malam itu aku diminta menginap dirumah orang tuanya mbak ririn yang letaknya tidak jauh dari rumahku mengingat orangtuanya sedang pergi keluar kota dan kebetulan malam itu ada siaran langsung pertandingan sepakbola yang memang menjadi hobbyku makanya aku mengiyakan saat mbak ririn memintaku untuk menginap di rumah orangtuanya,

Memang hubungan keluargaku dengan mbak ririn sudah seperti saudara jadi dia nggak segan-segan meminta pertolongan padaku.Malam itu saat aku sedang asik menonton pertandingan bola, dia datang dengan anaknya yang masih kecil umurnyakira-kira baru 2 tahun.

“ Lagi nonton apa to ?” Tanya dia padaku

“ Biasa mbak” jawabku sambil terus menonton pertandingan di televise

“ kamu udah maka to?” tanyanya lagi padaku

“ sudah mbak, tadi sebelum kesini saya makan dulu “ jawabku lagi

“oh…”,

“ ya udah kalo begitu,mbak tidurin lia dulu ya” kata mbak ririn padaku sambil membawa anaknyake kamar,

“ Oh, iya to, nanti kamu tidur di kamar depan aja ya” kata mbak ririn sebelum masuk kekamarnya.

“ iya, mbak “ jawabku singkat.Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 22.00, sebentar lagi pertandingan sepakbola akan segera selesai, tiba- tiba mbak ririn keluar dari kamarnya dengan menggunakan pakaian tidur yang memperlihatkan lekukan badannya.

Seks Dengan Ibu 2 Anak“kamu belum tidur juga, to ? “ Tanya mbak ririn padaku.

“ belum mbak, sebentar lagi “ jawabku sambil akumencuri pandangan kea rah mbak ririn yang tampak begitu menggoda hasrat kelelakianku.

“ mbak sendiri kok belum tidur ?” tanyaku pada mbak ririn

“ mbak, gak bisa tidur to… gak tau kenapa ? “ jawab mbak ririn padaku

“mbak boleh temenin kamu disini to ?” Tanya mbak ririn

“ nanti kalo mbak udah ngantuk baru mbak tidur“ lanjutnya.

“ Boleh dong mbak, “ jawabku

Malam itu aku habiskan waktu dengan mengobrol dengan mbak ririn,saat aku ngobrol sesekali aku memperhatikan lekuk badan mbak ririn yang menggodaku walaupun dia sudah mempunyai 2 orang anak tapidia pandai merawat tubuhnya sehingga terlihat masih segar, apa lagi kedua buah dadanya yang berukuran cukup besar yang selalu tidak pernah lepas dari pandanganku saat aku mengobrol dengannya.

Malam semakin larut akhirnya aku tak kuasa menahan hasrat kelelakianku, aku takut mbak ririn tau apa yang sedang aku rasakan dan aku bayangkan, aku nggak mau mbak ririn marah.

“mbak, udah malam”,

“ saya tidur dulu ya…” kataku sambil beranjak dari tempat dudukku.

“ emang kamu udah ngantuk ya, to ? “ Tanya mbak ririn padaku

“ iya mbak”.

“ lagian nanti pagi saya harus latihan mbak “ jawabku

“ ya udah kalo begitu “ jawab mbak ririn singkat. Malam itu aku tidur dikamar depan, hayalanku melayang dan membayangkan apa yang aku lihat saat aku ngobrol sama mbak ririn tadi.

Malam itu kebetulan hujan turun di daerahku menambah suasana mendukung hayalanku tentangmbak ririn, andai saja mbak ririn mau malam ini tidur denganku, semakin aku menghayal semakin hilang rasa ngantukku padahal sudah hampir 2 jam aku berada di kamar, tapi rasa ngantuk itu gak kunjung datang juga.

Saat aku menghayal tentang mbak ririn, nggak tau setan apa yang menghampiriku sehingga aku berani melangkahkan kakiku menuju kamar mbakririn, sesampainya aku didepan kamar mbak ririn aku beranikan diri untuk membuka pintu kamarnya, ternyata pintunya tidak di kunci, setelah pintu terbuka aku beranikan diri masuk ke kamar mbak ririn dengan perasaan yang nggakkaruan antara nafsu dan takut, aku dekati tempat tidur mbak ririn, disana aku lihat mbak ririn sedang tertidur dengan pulas dan disampingnya anaknya yang berumur 2 tahun jugatertidur disisinya.

Aku tertegun beberapa saat memperhatikan tubuh indah yang ada di hadapanku, ingin rasanyaaku menjamahnya tapi aku tidak memiliki keberanian untuk melakukannya karena aku takut mbak ririn marah padaku.

Dengan hati berdebar-debar aku beranikan diri membangunkanmbak ririn yang sedang tertidur

“ mbak….mbak rin “ kataku sambil menyentuh kakinya.Mendengan suaraku mbak ririn terbangun dari tidurnya, ia sepertinya kaget karena aku sudah ada di dalam kamarnya.

“ ada apa to?” tanyanya sambil kebingungan.

“ saya nggak bisa tidur mbak “ jawabku dengan suara bergetar menahan nafsuku.

“kamu mau tidur disini ?” Tanya mbak ririn sambilmenggeser posisinya.

“ lia gimana mbak ?” tanyaku dengan perasaan yang gak karuan.

“ Emang kamu mo ngapain to?” Tanya mbak ririn dengan suara yang agak meninggi dan rasa takut.Mendengar pertanyaan itu aku langsung pergi meninggalkan kamar mbak ririn dengan perasaan bersalah dan takut mbak ririn marah.

Sesampainya aku di kamarku aku rebahkan dirikudi tempat tidur, aku menyesali apa yang sudah terjadi tadi tapi tetap saja bayangan tubuh mbak ririn tetap mengodaku sampai akhirnya aku tertidur lelap.

Pagi hari saat matahari mulai menyapa, aku terbangun dan langsung mengarahkan kakiku kearah kamar mandi yang terletak di dekat dapur, saat aku melintas aku melihat mbak ririn sedang menyiapkan sarapan pagi.

“ udah bangun to ?” Tanya mbak ririn mengagetkanku.

“ ehhh.. udah mbak” jawabku dengan suara gugup,sambil terus berlalu menuju kamar mandi.

Sesampai dikamar madi aku bergegas mandi dank arena aku sudah tidak sanggup menahan hasrat nafsuku maka aku melakukan onani maka tumpahlah lahar panas pagi itu di kamar mandi.

Selesai mandi aku bergegas kekamarku untuk segera pergi latihan dengan menahan rasa malu dan bersalah.

“mbak, saya pamit ya” kataku pada mbak ririn yang saat itu masih asik di dapur.

“ saya mau latihan dulu mbak “ kataku lagi.

“ loh, kamu nggak sarapan dulu to ?” Tanya mbakririn padaku.

“makasih mbak”.

”udah terlalu siang” kataku sambil menuju keluar.

“ ya udah ati-ati perginya ya” kata mbak ririn.

“ya, mbak” jawabku singkat.

“makasih ya to” katanya lagi sambil memperhatikanku keluar dari rumahnya, aku hanya mengangguk tanpa berani menatapnya.

Seminggu setelah kejadian itu, aku sering kali menghindar untuk ketemu dengan mbak ririn, akumerasa malu atas apa yang aku lakukan waktu itu.

Di suatu siang saat keluargaku sedang tidak ada di rumah tiba-tiba pintu rumahku diketuk oleh sesorang dari luar.

Aku bergegas membukakan pintu, aku pikir orang tuaku pulang dari undangan, saat pintu aku buka. Aku terkejut ternyata yang datang adalah mbak ririn.

”ehh..mbak” kataku sambil menahan rasa malu.

“ kamu kemana aja to?”Tanya mbak ririn.Aku tidak menjawab.

“masuk mbak” kataku sambil mempersilahkan mbak ririn masuk.Mbak ririn melangkah masuk kerumahku.

“pada kemana to?”.

”kok sepi” Tanya mbak ririn.

“lagi pada pergi ke undangan mbak” jawabku singkat.Mbak ririn duduk di kursi sopa di hadapanku .

”to….kamu marah sama mbak ya?” Tanya mbak ririn padaku.

“marah kenapa mbak?” tanyaku dengan perasaanbingung.

“ akhir- akhir ini kamu selalu menghindar untuk ketemu mbak kan?” tanyanya lagi.Aku terdiam

“ nggggak kok mbak” jawabku.

“kalo nggak, kenapa setelah kejadian yang kamu nginep di rumah orang tua mbak kamu selalu mnghindak ketemu mbak?” Tanya mbak ririn.

“saya malu mbak”.

”saya minta maaf, kalo saya udah lancang masuk kekamar mbak”.

”saya takut mbak marah” jawabku sambil tertunduk malu.

”kamu ini aneh to” kata mbak ririn sambil tertawa

“masa begitu aja mbak marah sih” kata mbak ririn lagi.

“emang apa sih yang kamu mau dari mbak?” Tanya mbak ririn padaku.Mendengar pertanyaan itu aku memandang mbakririn dengan pandangan tajam.

“loh kok malah bengong !!!“ kata mbak ririn lagi yang mengejutkaku.Aku hanya tersenyum .

“ kapan kamu mau nginep lagi?” Tanya mbak ririnlagi.

“nggak tau mbak” jawabku singkat.Sedang asik- asiknya kami mengobrol tiba-tiba ibuku pulang

“ehhh…ada mbak ririn” sapa ibuku .

“ dah lama mbak ?” Tanya ibuku.

“ iya…tante”.

“ tadi sih tante” jawab mbak ririn singkat.

“ ini tante, saya mau minta tolong sama anto buatjagain rumah mama lagi mala mini“ kata mbak ririn pada ibuku.

“ ohhhh… boleh aja “ jawab ibuku.

Setelah itu kami ngobrol banyak hal sampai akhirnya mbak ririn pamit pulang dan sebelum pulang Ia sempat mengingatkan aku untuk menjaga rumah ibunya dan memberikan kunci rumah kepadaku.

Malam itu aku tidur di rumah orang tuanya mbak ririn, suasana malam yang begitu dingin ditambah hujan rintik- rintik membuat suasana hening.

Untuk melepas rasa sepiku aku mencoba mencari hiburan dengan menonton televisi, tapi setelah beberapa kali aku cari acara yang menarik untuk aku tonton ternyata nggak ada yang menarik maka aku putuskan untuk menonton video yang ada di leptopku, kebetulan di leptopku banyak sekali video yang dapat mengusir penatku.

Satu demi satu video blue yang ada di leptopku aku putar tanpa aku perhatikan keadaan disekitarku karena aku pikir aku hanya sendirian di rumah itu. Tapi tiba-tiba

“ Anto…… “ suara itu mengejutkan aku.Aku terkejut dan memalingkan muka ke arah suara itu. Ternyata mbak ririn sudah berdiri di depan pintu kamarku.

“ loh..kok mbak bisa masuk sih “ tanyaku pada mbak ririn

“ kan pintunya udah saya kunci mbak?” tanyaku lagi.Mbak ririn hanya tersenyum

“ mbak jugakan punya kunci rumah ini to “ jawab mbak ririn.

“mbak udah lama ?” tanyaku pada mbak ririn.

“ iya…” jawab mbak ririn singkat.

“kamu lagi nonton film apa to” Tanya mbak ririn padaku.

“ini mbak…” jawabku sambil malu-malu.Mbak ririn berjalan mendekati meja dimana leptopku diletakkan.

“ ohhhhhhh….” Ujar mbak ririn.Sampil terus memperhatikan adegan yang terjadi dalam film di leptopku.

“kamu suka nonton film gituan ya to” Tanya mbak ririn sambil duduk di samping tempat tidur.

“ iya…mbak “ jawabku polos.

“kalo mbak suka juga?” aku balik bertanya sama mbak ririn.

“ sapa sih yang gak suka nonton film begituan” jawab mbak ririn.

“ tapi mbak lebih seneng praktekinnya” kata mbak ririn sambil tertawa nakal.

“ ahh..mbak bisa aja “ jawabku sambil memandang kearah mbak ririn.

Akhirnya kami berdua ngobrol tentang banyak halterutama tentang seks ternyata mbak ririn suka juga membicarakan masalah yang satu ini, makin lama obrolan kami makin seru dan tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 malam.

“mbak..gimana hubungan seks mbak sama om Doni” tanyaku dengan berhati-hati.Mbak ririn menarik napas panjang

“ mbak nggak mau cerita itu to” jawabnya.

“ loh..emang kenapa?” tanyaku.

Akhirnya setelah beberapa saat mbak ririn mau juga menceritakan hubungannya dengan om Doni suaminya, dia bercerita bahwa hubungannya baik-baik aja hanya beberapa bulan belakangan inimbak ririn merasakan hubungannya dengan om doni kurang greget tidak seperti sebelum-sebelumnya .

Lanjut ke halaman berikutnya…

video seks

Komentar