Nikmatnya Partner Kerja

Masukkan nama dan alamat email anda untuk dapatkan informasi terbaru tentang artseks dan cerita dewasa secara langsung di email.

Cerita Seks Nikmatnya Partner Kerja – Kantorku berencana membuka pabrik di Lagos, Nigeria. Berdasarkan analisis
marketing yang sudah dilaksanakan, pasar di Lagos ternyata sangat
menjanjikan untuk ekspor produk kantorku ke sana. Perijinan setempat pun
sudah dituntaskan dengan baik. Sambil konstruksi pabriknya, proses rekrutmen
karyawan lokal pun sudah mulai dilakukan dengan menggunakan agent tenaga
kerja di sana. Manajer pabrik yang baru direkrut, Julius Nyerere, harus
melaksanakan job training utntuk memahami proses produksi yang sudah
berjalan di Indonesia. Aku yang ditunjuk menjadi partnernya selama dia
melaksanakan job trainingnya di Indonesia. Julius orang kulit hitam, tetapi
berbeda dengan kebanyakan kulit hitam Afrika, wajahnya tergolong tampan,
tidah dihiasi dengan hidung yang besar dan bibir yang tebal. Orangnya pun
menyenangkan, dia berusaha sangat keras untuk belajar bahasa Indonesia, dan
aku yang menjadi partnet latihan bicara bahasa Indonesia. Dia mendapat
fasilitas rumah dari kantor. Rumahnya cukup besar dengan kolam renang di
halaman belakang yang tertutup. Karena aku ditunjuk sebagai partnernya, aku
harus memastikan bahwa semua fasilitas yang dibutuhkan tersedia. Dengan
demikian, kami sering sekali bersama, baik di pekerjaan atau menemani dia
sesekali setelah selesai kerja. Suamiku tidak mempermasalahkan hal itu
karena dia sendiri juga selalu tenggelam menggeluti bisnisnya, sehingga
sering lupa untuk menggeluti aku, istrinya.


Partner SeksSuatu sore setelah menyelesaikan pekerjaan hari ini, aku bersantai dengan
dia di halaman belakang rumahnya, dipinggir pool. “Sin, kita berenang yuk”,
ajaknya. “Sintia gak bawa baju renang, Jul’. “Berenang telanjang saja, ha
ha”, ganggunya sambil tertawa. Aku hanya senyum2 saja. “Besok deh, kan kita
besok gak banyak pekerjaan, Sintia akan bawa bikini untuk nemenin kamu
berenang”. “Deal”, kami melanjutkan obrolan sore, kemudian aku pamit pulang.

  Cerita Dewasa Jadi Model Kagetan Ternyata Enak Juga

Besok sore, seperti yang sudah direncanakan, kami kembali bersantai di pool
dibelakang rumahnya. Julius memutar lagu2 romantis dari portable player, dia
menyediakan juga minuman dan makanan kecil di meja. Aku mengenakan bikiniku
yang tidak terlalu minim untuk menyembunyikan jembutku agar tidak terlalu
ngintip keluar. Julius terbelalak melihat aku hanya berbikini, “Sin kamu
sungguh sexy hanya memakai bikini. ada kamu besar dan kencang, pinggang kamu
ramping dan pinggul kamu besar, sungguh merangsang”, katanya memuji. Aku
hanya tersenyum mendengar pujiannya. Aku berbaring di dipan sambil minum
minuman non alkohol yang sudah disediakan. Diapun hanya mengenakan celana
pendek gombrang, dadanya bidang dan sedikit berbulu, menambah
kegantengannya, walaupun kulitnya hitam. Dia minum bir sambil berbaring
disebelahku. memang dipannya cukup untuk 2 orang berbaring bersebelahan.

“Kamu kalo malem sendirian, suka bawa perempuan ya Jul”, tanyaku. Aku memang
belum pernah sampai malem di rumahnya. “Wajar kan Sin, sebagai seorang
lelaki aku juga butuh penyaluran sex”. “Terus perempuannya kamu dapet dari
mana?” “Aku sering jalan di mal sehabis makan malam, banyak prempuan muda
yang cantik dan sexy yang berseliweran di mall. aku pilih seorang yang
paling memenuhi seleraku dan kuajak ke rumah”. Dia mau kamu ajak ke rumah”,
tanyaku lebih lanjut. “Ya mau lah, sebelum ke rumah, dia minta dibelikan
pakaian, ya aku belikan. Kan harus take and give”. “Tipe prempuan yang kamu
bawa sepertri apa”. “Seperti kamu lah, muda, cantik, seksi, dada dan pinggul
besar, dan bulunya lebat”. “Kamu senang dengan yang bulunya lebat”. “Ya,
karena prempuan yang bulunya lebat hot sekali kalo diajak maen. Gak puas
cuma sekali maen”. Terus kamu maen berapa ronde dengan prempuan itu”. “2 –
3kali, dari malem sampe pagi”. “Prempuannya puas dong”. “Iya, dia bilang
sangat puas dan sangat lemes melayani napsuku”. “Kamu selalu ajak prempuan
itu atau berganti2”. “Aku sudah beberapa kali maen dengan prempuan yang
sama”. “Pantes tempo hari kamu kelihatannya sayu, ngantuk rupanya abis
semalem kerja keras ya”, godaku sambil tertawa. Aku terangsang juga
mendengar pengakuannya. Pasti orng negro kon tolnya besar, apalagi dia kuat
ngen totnya, semaleman bisa 2-3 kali maen, pantes ceweknya terkapar. Aku
juga pengen dibuat terkapar olehnya. “Kalo dengan aku kamu napsu gak”,
pancingku. Wah, kamu sangat memenuhi kriteria aku Sin, cuma aku belum tau
bulu kamu lebat atau tidak”. “Kamu priksa saja”, tantangku. Bir sudah
mempengaruhi dia, dia langsung memeluk dan mencium bibirku. “Kamu punya
besar ya”, kataku tanpa tedeng aling2. “Kalau kamu pengen tahu, kamu lihat
saja”, katanya sambil tersenyum. “Tidak apa-apa kok..”

  Aku dan 3 Sepupuku

Julius lalu melepas celana gombrangnya, dia sudah tidak mengenakan cd lagi.
kont0lnya besar tapi dalam keadaan belum ngaceng sekali. “Hai.. lihat ini”,
katanya sambil tangan kirinya memegang kon t0lnya sendiri dan tangan
kanannya memegang tangan kiriku.


Aku melihat kon t0l Julius yang besar berwarna hitam dengan kepala kon t0l
seperti topi baja. “Kamu lihat ini dan pegang saja!” kata Julius. “Wihh takut akhh..” desahku dengan suara serak. “Tidak apa-apa
biar kamu tidak penasaran lagi”, katanya. Aku masih terpaku melihat kon t0l
Julius. Julius langsung dia mencium pipiku perlahan. Karena aku masih diam
saja maka wajah aku dipegangnya dan dia mencium bibirku dengan perlahan. Aku
membalas ciuman itu dengan membuka bibirku, serta merta Julius melumat
bibirku dan memasukkan lidahnya. “Emmhh..” desahku perlahan.”Kamu suka kan
Sin ngeliat aku punya” bisik Julius di kupingku. Aku hanya mengangguk.
Melihat reaksi positif dari aku, tangan kiriku diarahkan untuk memegang
kont0lnya.

Walaupun belum keras tapi sudah berdiri tegak, kon t0l itu berikut
biji pelernya yang ditutupi jembut lebat. Aku mulai memegang kon t0lnya dan
ternyata walaupun masih lemas jari telunjuk dan ibu jariku tidak dapat
bersentuhan (membuat bentuk huruf O). Hal ini membuat aku penasaran ingin
melihat secara jelas bentuk kont0lnya kalo udah ngaceng, “Aakkhh gedee
bangeet..” desahku dengan suara parau. Kemudian Julius sambil mencium
telingaku berbisik, “Kamu kocokin dong..” desahnya. Aku menuruti permintaan
Julius dan perlahan jariku meremas dan mulai mengurut ke atas dan ke bawah,
dan dalam relatif singkat kon t0lnya tersebut ngaceng dengan kerasnya di
tangan aku. Panjang dan besar. “Emmhh.. akhh..” desahnya. Sementara aku
terus mengocok kon t0lnya, Julius pun dengan nafsunya mengulum bibirku dan
jemarinya dengan cepat membuka ikatan braku. Dengan sigap dia langsung
meremas toketku yang telah mengeras. “Akhh enak Julius..” desahku
menggelinjang. Bibirku dilepasnya dan mulut Julius langsung mendekat ke
dadaku sambil terus meremas perlahan. Pentilku dihisap sambil dijilat,
toketku berganti-ganti diremasnya sehingga, “Akhh.uuff..” erangku keenakan.
Wajahku sudah menengadah ke atas dengan posisi pasrah, sementara tangan
kiriku terus mengocok kon t0l Julius yang besar dengan makin cepat,
kadang-kadang kuremas kon t0l itu dengan kuat karena aku sudah tidak bisa
menahan rangsangan yang ada pada sekujur tubuhku. “Ooohh.. .” desahku
keenakan. Tangan kananku menekan kepala Julius ke dadaku sementara tangan
kiriku sudah tidak beraturan mengocok kon t0l besarnya.

  Cerita Seks Punyanya Nyokap

Lanjut ke halaman berikutnya…

Table of contents:
seksualitas

Komentar